alat berat untuk aspal jalan
Jalanatau aspal yang akan diterapkan harus setengah jalan dulu atau sederhananya satu jalur. Sebagai persiapan peringatan rambu-rambu pekerjaan. Tack coat dimasukkan ke dalam alat berat yaitu asphalt distributor untuk dibawa ke lokasi penerapan; Dilakukan di satu jalur dulu, kemudian satu jalurnya lagi secara bertahap.
Alatberat yang umum dipakai pada proyek jalan baik jalan aspal maupun jalan beton pada umumnya menggunakan alat gali (excavator), dump truck, dozer, Peralatan berat biasanya digunakan untuk: Penggalian, pengupasan, pembongkaran, dan penimbunan. Perataan atau penyebaran.Pembuatan profil permukaan.Pemindahan atau pengangkutan.Pemadatan
JudulBuku : Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi Penulis : Susy Fatena Rostiyanti Penerbit : PT Rineka Cipta, Jakarta Tahun : 2008 Bahasa : Bahasa Indonesia Halaman : 192 h Format File : pdf Ukuran File : 11.469 MB DESKRIPSI - Pengenalan Alat Berat - Biaya Kepemilikan Dan Pengoperasian Alat Berat - Dasar-Dasar Pemindahan Mekanis
AsphaltFinishers Alat ini berfungsi untuk menghamparkan processed dari maxing plant untuk mendapat lapisan yang merata. Ada dua jenis Asphalt finisher yang umum dipakai pekerjaan struktur jalan raya yaitu : 1.Asphalt finisher menggunakan roda kelabang (crawler track finisher) Alat berat seperti ini dalam sebuah proyek termasuk dalam
PeralatanPekerjaan Konstruksi Jalan. Jefri Harjawinata April 01, 2017 Alat Berat, Alat Ringan & Alat Berat, beton aspal, flexibel pavement, Jalan, perkerasan lentur, Struktur Perkerasan Jalan Raya 6 comments. Hallo guys para civil engineering yang hebat - hebat, pada artikel kali ini saya mau cerita sedikit tentang alat - alat apa aja yang
JenisJenis Kendaraan Berat dan Fungsinya – Alat berat adalah mesin yang memiliki ukuran besar yang di desain untuk melakukan tugas-tugas konstruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking), pemindahan bahan bangunan dan lain sebagainya.. Alat berat umumnya digunakan peda pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan gedung, jalan atau
Untuksecara fungsi alat alat tersebut secara umum dibagi atas berikut ini : A. Alat Pengolahan Lahan. Kondisi lahan proyek kadang kali masih merupakan lahan asli dan alami yang harus dipersiapkan terlebih dulu sebagai pondasi sebelum di proses untuk pembuatan jenis pekerjaan misalnya membuat perumahan, dijadikan jalan, dll.
LapisResap Pengikat. Bahan lapis resap pengikat umumnya adalah aspal dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70 yang dicairkan dengan minyak tanah. Volume yang digunakan berkisar antara 0,4 sapai dengan 1,3 liter/ m 2 untuk lapis pondasi agregat kelas A dan 0,2 sampai 1 liter/m 2 untuk pondasi tanah semen. Setelah pengeringan selama 4 sampai
. Pekerjaan jalan bisa dibilang merupakan pekerjaan yang paling lengkap dan paling banyak menggunakan alat berat. Khususnya pada pekerjaan pembuatan jalan baru. Alat berat digunakan untuk meringankan dan mempercepat pengerjaan. Mulai dari pekerjaan pembersihan lahan hingga pekerjaan pengaspalan. Berikut adalah alat alat berat yang digunakan pada pekerjaan jalan Bulldozer Bulldozer digunakan untuk membantu pada pekerjaan pembersihan lahan dan seringkali digunakan juga untuk melakukan penghamparan pada urugan tanah. Bulldozer Excavator Excavator digunakan untuk penggalian. Baik itu penggalian pada pelebaran jalan maupun penggalian untuk saluran atau drainase samping jalan. Tergantung kondisi lapangan, excavator juga dapat difungsikan pada pekerjaan lain seperti pembersihan lahan, pemancangan cerucuk, dan pada pekerjaan penghamparan. Excavator Motor grader Motor grader atau grader digunakan untuk pekerjaan pengupasan tanah, pembentukan lapis pondasi, penghamparan agregat maupun penghamparan tanah timbunan. Vibratory roller Digunakan untuk memadatkan tanah dasar, lapisan timbunan tanah, memadatkan lapis pondasi agregat seperti LPA, LPB, dan LPC. Dan Pemadatan bahu jalan. Vibratory roller Water tanker Water tanker digunakan jika lapisan tanah atau agregat yang akan dipadatkan memiliki kadar air yang lebih rendah dari kadar air optimumnya. Asphalt finisher Yaitu alat penggelar atau penghampar campuran aspal. Asphalt Finisher Tandem roller Yaitu Alat pemadat dengan roda besi / roller untuk memadatkan campuran aspal yang telah dihampar oleh Asphalt finisher Tandem roller Pneumatic tyre rollers alat pemadat dengan roda karet ini digunakan untuk pemadatan akhir pada lapisan aspal jalan. Pneumatic Tyre rollers Dump truck Dump truck berfungsi sebagai alat pengangkut material Dump truck Demikianlah beberapa alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan jalan. Namun perlu diingat dalam setiap pekerjaan memiliki kondisi yang berbeda beda sehingga penggunaan alat beratnya pun akan berbeda. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan atau diperhatikan dalam Pemilihan alat berat pada pekerjaan konstruksi agar alat yang dipilih tersebut dapat maksimal.
Post Views 2,417 Indonetwork, Mesin Alat Berat – Kehadiran alat berat menjadi salah satu hal terpenting dalam sebuah proyek. Perlu Anda ketahui juga, jenis alat berat dibuat dengan fungsinya masing-masing sehingga apabila penggunaan alat berat kurang tepat maka akan mengakibatkan suatu rendahnya produksi bahkan hingga tak tercapainya sebuah target pembangunan. Salah satu alat berat yang cukup terkenal digunakan yaitu bulldozer china. Kehadiran bulldozer sendiri cukup sering Anda lihat pada segala aspek proyek kecil maupun besar. Berikut dibawah ini beberapa jenis sewa alat berat yang paling sering digunakan oleh jasa konstruksi, simak terus artikel dibawah ini! Baca juga 5 MANFAAT BULLDOZER DALAM PROYEK PEMBUKAAN LAHAN Apa Itu Alat Berat?Jenis Alat Berat Konstruksi1. Crane2. Excavator3. Bulldozer4. Wheel Loader5. Wales Stump6. Asphalt Finisher7. Motor GraderPenyedia Bulldozer Shantui Apa Itu Alat Berat? Alat berat adalah sebuah mesin berukuran besar yang dirancang untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti mempermudah pengerjaan tanah ataupun memindahkan bahan bangunan. Alat berat sendiri umumnya terdiri atas lima komponen, yaitu implement, alat traksi, struktur, sumber tenaga dan transmisinya, serta sistem kendali. Sehingga sudah tidak heran apabila dalam lapangan kerja proyek pasti akan ditemui berbagai jenis alat berat. Klasifikasi alat berat tidak hanya canggih namun kehadirannya dapat membantu agar pekerjaan konstruksi bisa lebih cepat selesai. Industri yang memakai alat berat dalam pekerjaannya yaitu Industri Pertambangan Industri Konstruksi Bangunan Pertambangan di Laut Lepas. Agriculture perkebunan Transportasi dan Logistik Pelayanan di Pelabuhan. Kelautan dll . Setiap alat berat tentunya memiliki perannya masing-masing mulai dari alat pengolahan tanah, penggali, pengangkut material, pemadatan, pemindahan material, pemrosesan bahkan hingga penempatan akhir material. Ketika sebuah proyek menggunakan alat berat tentu saja banyak kemudahan yang terjadi seperti hemat tenaga, biaya dan waktu para pekerja. Jenis Alat Berat Konstruksi Berikut dibawah ini beberapa jenis alat berat yang umum Anda lihat pada proyek dan digunakan dalam kebutuhan konstruksi, yaitu 1. Crane Crane merupakan alat konstruksi yang digunakan untuk memindahkan suatu material dalam jumlah yang banyak dan berat, penampakan dari crane sendiri berbentuk tinggi besar dan mampu berputar hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. Crane dapat memindahkan material secara vertikal maupun horizontal, dalam jarak tertentu. Itulah sebabnya alat ini sangat dibutuhkan dalam konstruksi. Bahkan jika Anda ketahui pada penggunaan proyek bentuk Crane sendiri terdiri dari berbagai model dan fungsi. 2. Excavator Excavator merupakan alat berat yang berguna untuk menggali tanah dan dapat digunakan sebagai alat pemindah. Selain itu, mesin satu ini dapat juga digunakan untuk mengangkut material-material yang ada di proyek namun sayangnya alat ini tidak dapat memindahkan barang untuk jarak yang jauh. Penggunaan excavator haruslah menyesuaikan dengan lapangannya. Selain itu juga biasanya excavator digunakan untuk pekerjaan seperti, menggali, mengangkat material, mengangkat beban, menghancurkan bebatuan, mengebor, dsb. Umumnya excavator terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan penggali yang ada di bagian depan. Jenis Excavator ada 2 jenis ,berdasarkan jenis roda yang dipakai yaitu Wheel excavator dengan jenis roda penggerak yang dipakai berupa ban karet . Crawler excavator adalah jenis roda penggerak yang dipakai berupa rantai roda baja atau track shoe 3. Bulldozer Bulldozer adalah jenis alat berat yang berfungsi untuk meratakan material seperti seperti tanah, pasir, kerikil yang memiliki kemampuan dorong atau tenaga yang tinggi. Bulldozer juga digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti mendorong, penggalian, menarik, menggusur, dan lain sebagainya. Bulldozer didesain agar mampu bekerja untuk semua jenis permukaan tanah, baik yang keras sampai yang halus. 4. Wheel Loader Wheel loader merupakan alat berat dengan roda karet yang dilengkapi bucket. Alat ini mempunyai kemampuan beroperasi di area rata, kering, dan keras. Pengoperasiannya harus dibantu Bulldozer karena tidak memiliki kemampuan mengambil material sendiri. Secara umum fungsi alat ini sebagai pengangkat material untuk dipindahkan ke tempat lain atau dimasukkan ke dalam Dump Truck. 5. Wales Stump Alat yang biasa Anda temukan dalam proses perbaikan jalan dengan upaya meratakan aspal maupun tanah. Fungsi utama dari alat ini dipakai untuk memadatkan permukaan tanah atau aspal sehingga lajur jalan bebas akan krikil dan bebatuan kasar. Alat ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan berat minimal 12 ton dengan kecepatan kerja sekitar 2,4 sampai 4,8 rpm. Proses perataan tanah dilakukan dengan getaran dari mesin wales stump. 6. Asphalt Finisher Asphalt finisher adalah alat untuk menghamparkan campuran aspal hot mix yang dihasilkan dari alat produksi aspal pada permukaan jalan yang akan dikerjakan. Terdapat dua jenis asphalt finisher yaitu jenis crawler yang menggunakan track dan jenis roda karet dan Asphalt Finisher jenis track, penghamparannya lebih halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama. 7. Motor Grader Jenis alat berat motor grader biasanya digunakan untuk meratakan jalan, perata tanah, pengurugan kembali galian tanah, bahkan untuk penggusuran tanah. Alat ini dilengkapi dengan pisau yang berukuran panjang di bagian depan dan memiliki roda dari karet sehingga dapat dikendarai di jalanan beraspal. Sementara itu, rentang kapasitas dari blade mulai dari sampai dengan mm dari total rentang kapasitasnya mencapai 97 sampai 373 KW atau 125 sampai 500 HP. Baca juga 7 MODEL BLADE BULLDOZER UNTUK PROYEK BANGUNAN Penyedia Bulldozer Shantui Salah satu merk bulldozer China yang cukup terkenal yaitu merk Shantui, brand ini memasok mesin-mesin ke 150 negara, termasuk ke Indonesia. Selama lebih dari 30 tahun Shantui telah memimpin industri alat berat di China, dan sejauh ini merupakan pengekspor bulldozer terbesar di China. Shantui mendorong perkembangan ekonomi China selama 30 tahun terakhir dengan menyediakan bulldozer untuk mendukung pembangunan konstruksi di China. Temukan berbagai model bulldozer shantui terbaik pada distributor bulldozer di Indonetwork, dan dapatkan penawaran harga dan kualitas terbaik sesuai kebutuhan Anda.
Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu yang relatif lebih singkat. Alat Berat di Proyek Konstruksi. A. Pengklasifikasian Alat Berat 1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Klasifikasi fungsional alat berat merupakan pembagian alat berat berdasarkan fungsi-fungsi utama alat berat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat diklasifikasikan sebagai berikut Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan tersebut masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan lahan agar rata, selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Jenis alat ini dikenal juga dengan excavator. Beberapa alat berat yang digunakan menggali tanah dan batuan. Alat-alat berat yang termasuk dalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell. c. Alat Pengangkut Material Pengangkutan material lepas dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat berat yang digunakan berupa belt, truck, dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Selain alat berat tersebut, crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian mmindahkannya secara horizontal, namun pada jarak jangkau yang relative kecil. d. Alat Pemindah Material Alat berat yang termasuk dalam kategori ini adalah alat berat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat kea lat berat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindah material. Apabila suatu lahan dilakukan penimbunan, pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik itu jalan tanah maupun jalan dengan perkerasan lentur ataupun perkerasan kaku. Alat berat yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain. f. Alat Pemroses Material Alat ini digunakan untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasilk dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Alat berat yang termasuk dalam kategori ini adalah crusher. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. g. Alat Penempatan Akhir Material Alat berat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya adalah untuk menempatkan material pada tempat yang ditentukan. Di tempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Alat berat yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat. 2. Klasifikasi Operasional Alat Berat Alat perat, pada pengoperasiannya dapat dipindahan dari satu tempat ke tempat lain dan ada juga yang tidak dapat digerakkan atau statis. Dengan demkian klasifikasi alat berat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi sebagai berikut Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak tersebut adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Alat berat yang terrmasuk di dalam klasifikasi ini adalah tower crane, batching plant baik untuk beton maupun untuk aspal, serta crusher plant. B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Berat Pemilihan alat berat dilakukan padatahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, kapasitas alat berat merupakan factor penentu. Tidak semua jenis alat berat dapat digunakan untuk setiap proyek konstruksi, oleh sebab itu pemilihan alat berat yang tepat sangatlah diperlukan. Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan alat berat maka akan terjadi keterlambatan di dalam pelaksanaan, biaya proyek yang membengkak, dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana. Di dalam pemilihan alat berat, ada beberapa factor yang harus diperhatikan sehingga kesalahan di dalam pemilihan alat dapat dihindarkan. Factor-faktor tersebut antara adalah sebagai berikut 1. Fungsi yang harus dilaksanakan Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya seperti menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain. Dengan demikian, pemilihan alat berat harus benar-benar memperhatikan jenis pekerjaan apa yang akan dilaksanakan. Pemilihan alat berat didasarkan oada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan. Alat berat dipilih berdasarkan arah horizontal maupun vertical dan jarak gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain. 4. Pembatasan dari metode yang digunakan Pembatasan yang memperngaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalulintas, biaya, dan pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai data membuat pemilihan alat dapat berubah. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan factor penting di dalam pemilihan alat berat. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan sebagainya. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang penting diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek di dataran tinggi memerlukan alat berat berbeda dengan sebaliknya. 8. Jenis dan daya dukung tanah Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai. Tanah dapat dalam kondisi padat, lepas, keras, atau lembek. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang relative baik merupakan factor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat. C. Alat Berat pada Berbagai Jenis Proyek Konstruksi Pada setiap proyek terdapat keunikan dimana tidak semua alat berat perlu digunakan dalam proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan alat berat adalah proyek gedung, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, dan sebagainya. Alat berat yang umum digunakan di dalam proyek gedung adalah alat pemancang tiag fondasi pile drivig, alat penggali backhoe yang digunakan untuk penggalian basement, crane untuk pemindahan vertical, truck untuk pemindahan horizontal, concrete mixer, dan lain-lain. Concrete mixer digunakan sebagai pencampur adukan beton dan concrete mixer truck sebagai pengankut campuran beton. Alat pemadat juga sering digunakan untuk memadatkan tanah di sekitar basement. Proyek jalan pada umumnya menggunakan alat gali, truck, dozer, grader, alat pemadat, loader, dan lain-lain. Alat gali digunakan untuk menggali saluran di sekitar badan jalan. Bulldozer berfungsi untuk mengupas tanah dan grader untuk membentuk permukaan tanah. Loader digunakan sebagai pemuat tanah ke dalam truck. Untuk jalan dengan perkerasan lentur digunakan asphalt mixing plant yang berfungsi untuk mencampurkan bahan campuran aspal yang kemudiian disebarkan, diratakan, dan dipadatkan dengan menggunakan asphalt finisher. Sedangkan untuk perkerasan kaku beton diolah dengan menggunakan concrete batching plant yang kemudian dipindahkan dengan menggunakan truck mixer. Alat berat yang digunkaan untuk proyek jembatan antara lain adalah alat pemancang tiang fondasi, alat penggali, crane, truck, concrete mixer atau concrete mixer truck, alat pemadat, dan lain-lain. Proyek dam pada umumnya menggunakan alat penggali tanah, crane, truck, concrete mixer atau concrete mixer truck, alat pemadat tanah, loader, bulldozer, grader. Alat penggali tanah yang umum digunakan untuk proyek dam berupa backhoe atau front shovel. Concrete mixer digunakan untuk pembuatan dinding penahan tanah. Nah, itu tadilah sedikit ilmu yang bisa kami bagikan tentang alat berat klasifikasi, faktor dalam pemilihan alat berat serta jenis-jenis alat berat. Semoga bermanfaat.
Monday, February 24, 2020 Konstruksi Penggunaan alat berat dalam bidang pekerjaan teknik sipil sudah menjadi hal yang wajar dan malah bisa jadi menjadi sebuah kewajiban. Alat berat yang digunakan dalam suatu proyek dibuat oleh pabrik untuk membantu dan memudahkan pekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu seperti alat penggali, alat pemuat, alat pengangkut, alat penghampar, dan alat pemadat. Sebagai pengguna, alat berat haruslah digunakan secara efisien agar tingkat produktivitas dari alat tersebut tercapai sesuai dengan jadwal dan biaya tambahan yang dikeluarkan, misalkan ketika menyewa alat berat tersebut. Supaya dapat menggunakannya secara efisien, pengguna perlu untuk mengetahui kemampuan alat, jenis dan fungsi alat berat, dan keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Jenis-Jenis Alat Berat Alat berat merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah proses pekerjaan sehingga menjadi lebih cepat, mudah, dan hasilnya sesuai dengan harapan. Penggunaan alat berat tersebut harus benar-benar tepat dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan. Oleh karenanya, kamu wajib tahu sebelum menyewa atau menggunakannya. Berikut ini jenis dan fungsi alat berat yang telah difabrikasi oleh perusahaan manufaktur. Hydraulic Excavator Via Alat berat ini yang paling banyak digunakan dan paling umum diketahui masyarakat sering juga disebut sebagai Pull Shovel atau Backhoe. Penggunaan excavator haruslah menyesuaikan dengan lapangannya. Umumnya excavator menggunakan tenaga diesel engine dan full hydraulic system yang terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan penggali yang ada di bagian depan. Pengoperasian excavator yang paling efisien adalah menggunakan metode heel and toe ujung dan pangkal, mulai dari atas sampai ke bagian bawah. Bagian atas excavator dapat berputar revolving unit 360 derajat. Excavator mampu mendistribusikan muatan ke seluruh bagian vessel dengan merata. Excavator memiliki dua jenis alat penggerak, yaitu ban dan crawler. Excavator yang dilengkapi dengan crawler memungkinkannya untuk beroperasi pada permukaan kasar atau kurang padat dan tidak memerlukan banyak pemindahan tempat. Sedangkan penggunaan excavator beroda lebih efisien jika digunakan untuk pekerjaan dengan mobilitas yang tinggi. Loader Via Loader adalah salah satu jenis alat berat yang mirip dengan Dozer Shovel, tetapi dengan roda karet ban sehingga memiliki kemampuan dan kegunaannya sedikit berbeda. Loader hanya mampu beroperasi di daerah yang keras dan rata, kering, dan tidak licin. Alat berat loader ini umumnya dipakai untuk menangani material proyek, terutama material hasil penggalian atau untuk membuat timbunan material. Kelebihan Wheel Loader adalah Mobilitasnya tinggi; Manuver daerah pemuatan loading point titik lokasi pengangkutan lebih sempit dibanding dengan alat berat jenis truck shovel; Menghasilkan kerusakan permukaan loading point yang lebih kecil karena menggunakan ban karet. Sedangkan kekurangannya adalah proses penempatan muatan ke dalam dump truck sulit untuk dapat dibuat merata bahkan kadang-kadang bisa miring sehingga dalam pengoperasiannya membutuhkan operator yang telah memiliki setifikat resmi. Truck Truck merupakan kendaraan dalam jenis alat berat yang khusus digunakan sebagai alat angkut karena kemampuannya, yang dapat bergerak cepat, dan biaya operasi yang relatif murah. Truck biasanya digunakan untuk mengangkut material konstruksi seperti bebatuan besar, batu belah, pasir, tanah, aspal, dan lainnya. Kelebihan truck sebagai alat angkut adalah sangat efisien untuk pengangkutan jarak jauh dengan kapasitas muat besar. Selain beberapa kelebihan yang telah disebutkan, alat ini juga memiliki kekurangan, yaitu dalam proses pengangkutan material ke dalam truck yang masih memerlukan alat lain untuk pemuatannya. Grader Grader berasal dari kata grade = kemiringan permukaan, yaitu alat yang dibuat khusus untuk pekerjaan membentuk kemiringan permukaan tanah secara mekanis. Alat berat ini memiliki fungsi untuk memotong, mendorong, dan meratakan tanah, terutama pada tahap finishing agar diperoleh hasil pekerjaan dengan kerataan dan ketelitian yang optimal pada pekerjaan tanah. Selain itu, grader juga dapat digunakan untuk membuat kemiringan tanah atau badan jalan atau slope. Yang tak kalah keren, alat ini juga digunakan untuk membuat parit-parit kecil. Blade dari motor grader ini dapat diatur sesuai dengan kehendak operator, dapat diubah fungsinya menjadi angle dozer, bulldozer, dan tilting dozer. Tentunya hal tersebut jauh lebih flexible dari pada jenis dozer. Namun, variasi yang dimiliki oleh grader pada posisi blade ini tidak berarti bahwa motor grader adalah bentuk dari jenis dozer. Jika digunakan untuk pekerjaan penggusuran tanah, bulldozer jauh lebih efektif dari pada grader, hal ini disebabkan tenaga yang tesedia dan juga letak centroid titik berat pada blade bulldozer. Compactor Kepadatan tanah dapat terjadi secara alami atau dengan usaha pemadatan secara mekanis atau dengan menggunakan alat. Pemadatan adalah usaha penyusunan butir-butir material yang dipadatkan sehingga rongga-rongga udara dan air yang semula ada diantara butir-butir dapat dihilangkan atau dibatasi pada proporsi dan syarat-syarat yang ditentukan dalam percobaan-percobaan laboratorium. Berikut di bawah ini jenis compactor yang umum digunakan dalam proyek pemadatan badan jalan. a. Tundem Roller Compactor Compactor jenis ini biasanya digunakan untuk penggilasan akhir, maksudnya fungsi Tundem Roller Compactor ini adalah untuk meratakan permukaan. Jangan sampai menggunakan Tandem roller untuk memadatkan permukaan batuan yang keras dan tajam karena dapat merusak roda. Terdapat dua model tandem roller, yaitu two axle tandem roller dan three axle tandem roller. Three axle tandem roller berfungsi untuk menambah kepadatan yang biasanya dipakai untuk proyek lapangan terbang b. Vibration Roller Compactor Vibration roller memiliki fungsi yang sama dengan tundem roller. Namun, Vibratioan roller mempunyai efisiensi pemadatan yang sangat baik. Compactor jenis ini memungkinkan digunakan secara luas dalam tiap jenis pekerjaan pemadatan. Efek yang didapatkan dari penggunaan vibrator roller adalah gaya dinamis terhadap tanah. Butir-butir tanah yang terkena gilasan akan mengisi bagian-bagian kosong yang terdapat diantara butir-butirnya. Sehingga akibat getaran tersebut, tanah menjadi padat dengan susunan yang lebih kompak. c. Pneumatic Tired Roller Compactor Pneumatic Tired Roller memadatkan tanah dengan menggunakan dua metode gabungan, yaitu kneading action dan static weight. Tekanan compactor model ini dapat disesuaikan dengan cara mengatur berat alat, menambah atau mengurangi tekanan ban, mengatur lebar ban, dan mengatur tekanan ban. Asphalt Finisher Asphalt finisher atau asphalt paver merupakan alat berat dengan roda ban ataupun crawler yang dilengkapi dengan suatu sistem yang mampu menghamparkan campuran aspal di atas permukaan pondasi jalan. Asphalt paver dengan roda ban sebaiknya digunakan pada pengaspalan jalan di mana alat tersebut sering dipindahkan. Sedangkan penggunaan asphalt paver dengan roda crawler akan berfungsi dengan baik dan lebih pas jika kondisi jalan yang akan dibangun menanjak atau menurun. Hal tersebut dikarenakan paver beroda crawler lebih stabil dibandingkan asphalt paver dengan roda ban. Pada bagian depannya terdapat hopper yang berfungsi untuk menerima campuran aspal dari rear dump truck atau dari bottom dump truck. Asphalt finisher akan bekerja dengan menghamparkan campuran aspal di atas permukaan pondasi jalan dengan menggunakan conveyor dan auger. Dengan adanya conveyor, maka campuran aspal bisa terdistribusi secara merata dan terhindar dari segregasi. Crane Crane merupakan alat berat untuk pekerjaan proyek konstruksi yang keberadaannya dapat dilihat dari jarak yang jauh sekalipun. Crane memiliki tinggi dan ukuran yang besar mengingat fungsinya untuk mengangkat material yang akan dipindahkan. Kelebihan Crane adalah dapat dioperasikan secara vertikal maupun horizontal, dalam jarak tertentu. Itulah sebabnya alat ini sangat dibutuhkan dalam konstruksi. Crane memiliki berbagai tipe dalam pengoperasiannya. Kamu harus pintar-pintar memilih yang benar-benar sesuai dengan kondisi proyek yang akan dikerjakan karena pemilihan crane akan berdampak besar yang dapat memengaruhi waktu serta keuntungan atau kerugian dalam pelaksanaan proyek. Jadi, kamu harus mengetahui dulu kebutuhan sebelum memilih crane yang akan digunakan. Penggunaan alat berat dibutuhkan untuk pekerjaan proyek besar. Jika kamu akan mengerjakan proyek besar dalam waktu dekat dan membutuhkannya dalam jangka waktu tertentu, lebih baik menyewanya saja. Hal ini akan lebih menguntungkan dan menghemat biaya, sebab harga alat berat tersebut tidaklah murah. Itulah ulasan mengenai jenis-jenis alat berat yang biasa digunakan dalam sebuah proyek. Semoga bermanfaat.
Home » Artikel menarik » Mengenal jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam konstruksi jalan raya aspal Mengenal jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam konstruksi jalan raya aspal. Dalam sebuah proyek konstruksi tentu saja memerlukan alat berat yang berguna untuk membantu pekerjaan proyek tersebut terutama pembangunan yang luas misalnya saja jalan raya. alat berat dalam bidang konstruksi bermacam-macam jenis dan fungsinya. Pada kesempatan kali ini akan menguraikan apa saja jenis alat berat yang di pakai dalam proyek pembuatan jalan raya aspal. Alat berat yang dimaksudkan disini merupakan alat berat yang dipakai dalam pelaksanaan proyek jalan yang memerlukan alat berat dalam pelaksanaanya. Jenis alat-alat berat dalam proyek jalan diantaranya 1. Excavator 2. Dozer 3. Dump truck 4. Tendem roller 5. Ashpal finisher 6. Double drum roller 7. Pneumatic roller Di bawah ini akan diuraikan masing-masing kegunaannya 1. Excavator Excavator dalam proyek pembangunan jalan raya berguna untuk membersihkan lahan, menggali, ataupun mengurug tanah maupun lereng yang akan dijadikan jalan. 2. Dozer Dozer dalam proyek pembangunan jalan raya bergunan untuk meratakan tanah atau lahan. 3. Dump truck Dump truk berguna sebagai alat angkut material baik itu di area proyek ataupun keluar proyek. 4. Tendem roller Tendem roller berguna untuk memadatkan material awal berupa batu kali sebagai material pondasi bawah dari jalan raya. 5. Ashpal finisher Ashpal finisher berguna untuk menghamparkan aspal yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair. 6. Double drum roller Double drum roller berguna untuk memadatkan jalan sesuai kepadatan dan elevasi yang telah direncanakan. 7. Pneumatic roller Pneumatic roller berguna untuk pemadatan dan perataan jalan raya, alat ini digunakan tahap akhir pembuatan jalan. Itulah jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam proyek jalan raya aspal, sebenarnya masih banyak alat yang tidak tertuliskan di atas, pada kenyataannya penggunaan alat berat dalam suatu proyek disesuaiakan dengan situasi dan konsdisi serta medan yang akan di bangun. Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk kita semua Thanks for reading Mengenal jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam konstruksi jalan raya aspal Labels Artikel menarik
Aspal cair adalah bahan penting untuk melakukan jalan. Aspal cair memiliki fungsi untuk mengikat bahan di permukaan jalan, serta ruang pengisian permukaan jalan. Dalam penggunaan aspal cair, tentu saja, membutuhkan alat berat khusus. Di antara alat berat yang dapat digunakan adalah alat asphalt sprayer. asphalt sprayer adalah sprayer aspal cair saat membuat jalur. Dalam artikel ini, Anda dapat memahami lebih banyak tentang mesin ini, Anda dapat merujuk pada artikel di bawah ini, Asphalt Sprayer dan FungsinyaBerbagai spesifikasi semprotan aspal disesuaikan dengan desain alat. Karena, dari waktu ke waktu, spesifikasi alat berat ini berubah. Spesifikasi yang biasanya Anda temukan mungkin sebagai berikutKapasitas asphalt sprayerSprayer aspal memiliki kemampuan tangki yang cukup besar, dapat dimuat hingga ribuan liter, tepat tangkiTangki aspal sprayer terbuat dari bahan keramik asphalt sprayerKecepatan dalam semprotan aspal cair dapat mempengaruhi 5 liter per KemudiMotor drive yang digunakan adalah mesin magnetik menggunakan tipe MA GA-12Generator mesinIni memiliki mesin pembangkit sekitar 2000 watt atau setara dengan 220 alatIni memiliki dimensi 4270 mm, dari lebar 1920 mm, dan tinggi 2750 banUkuran roda mencapai 14 hingga spesifikasi utama alat tentang spesifikasi rata-rata alay berat. Setelah mengetahui spesifikasinya, Anda harus mengetahui fungsi asphalt asphalt sprayerSeperti disebutkan di atas, asphalt sprayer memiliki fungsi untuk menyemprot aspal cair panas dalam proyek jalan. Dapat disimpulkan bahwa alat berat ini benar-benar membantu bekerja manusia untuk melakukan kecepatan properti semprotan aspal dari alat ini dapat membantu jalan dilakukan dengan Sprayer AspalDi dunia industri, Anda dapat menemukan penyemprot aspal dengan berbagai jenis. Apa jenis sprayer aspal?Kapasitas 700 literSprayer aspal dengan kapasitas 700 liter adalah salah satu alat dengan kapasitas terkecil di antara alat berat 1000 literKapasitas rata-rata Kemampuan literSalah satu kemampuan terbesar yang dapat Anda gunakan untuk menyemprot aspal cair panas di proyek jalan yang tiga jenis sebelumnya, Anda juga dapat meminta alat sprayer aspal dengan kemampuan yang Anda untuk Memesan Alat asphalt sprayerUntuk memesan alat berat, produsen jalan Anda harus mencari perusahaan yang andal dan lebih lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Karena, jika Anda meminta produsen jalan ini, ada kecacatan untuk mengurangi kecepatan proyek Anda. Jangan lupa untuk memilih sprayer aspal yang sesuai dengan kapasitas aspal cair panas yang pemilihan desain sprayer aspal, Anda harus berhati-hati. Pilih desain yang kuat dan kuat, tentu saja dengan kualitas aspal atau penyemprot aspal adalah alat berat yang memiliki kegunaan luar biasa. Tanpa alat berat, ini tidak dapat menjalankan proyek konstruksi jalan, meskipun jalan akan berkualitas rendah.